Hubungi Kami 021 - 5366 - 4008


Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met
Psikotransmitter

Detil Profil
  10 sedang online

Sukses Interview Dan Karir

   


Ketentuan Bertanya 

1. Pertanyaan Pasti di jawab maksimal dalam waktu 2 X 24 jam dari anda Bertanya
2. Pastikan Pertanyaan Anda Lengkap dan RInci
3. Untuk Pertanyaan Bersifar "pribadi" dan tidak Ingin diketahui Orang, jawaban Master datap di seting agar HANYA terbaca oleh Anda
4. Anda Dapat Menyembunyikan Identitas Anda, Jika diperlukan (tentu saja "Master" tetap dapat mengetahui Nama Anda.
5. Kami Menyarankan, agar "jawaba" dari Master di tampilkan dan dapat di baca member lain.

Silahkan bertanya sekarang

2017-04-04 23:17:30
0 Komentar

Apedrianus gea

Selamat malam bu, Bagaimankah posisi tubuh pada saat di interview dan sikap menjelaskan jawaban oleh management agar ada pesan dan kesan positif, lalu pakah yang harus dipertanyakan jika diberikan kesempatan untuk bertanya?.
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2017-04-01 19:48:41
0 Komentar

Widi Widuri

Seberapa penting penguasaan bahasa inggris saat interview?
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2017-04-01 16:16:00
0 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

selamat sore , saya ingin bertanya bagaimana cara menghadapi ketakutan dan keraguan dalam menjawab pertanyaan interview ? saya selalu takut salah jika ingin menjawab ketika ditanya , saya ragu , dan akhirnya yang ada diotak saya itu seperti ngeblank tiba2 seperti lupa mau bicara apa , bagaimana cara mengatasinya agar tidak takut salah dan tidak ngeblank yang sudah saya hafalkan?
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2017-03-25 08:19:10
0 Komentar

Justianus Panjaitan

selamat pagi, trik apa saja yang perluh dipersiapakkan para peserta interview dalam menghadapi interview dan trik apa saja yang harus dilakukan dalam meraih karir yang di inginkan?? terima kasih
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2017-03-20 19:09:50
0 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

Selamat malam Bu/pak.. saya mau nanya, ada kisi soal usbn buat kelas 3 smk gak? kalo ada tolong kirimin dong, soalnya saya gak dapet kisi2 usbn dari sekolah. Terimakasih
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2017-02-16 16:33:54
0 Komentar

DESTI MAHARANI

Selamat sore bu, apakah latar belakang pendidikan sangat berpengaruh saat mencari pekerjaan meskipun sudah mempunyai pengalaman yang hampir bisa dikatakan profesional?
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2017-02-09 19:57:35
0 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

Malam Bu, Saya ingin bertanya... Hari Senin saya mendapat panggilan untuk interview pada hari selasa, hari selasa saya datang memenuhi panggilan interview... Saat datang saya diminta isi form dan soal kepribadian. Setelah menunggu salah satu karyawan datang membertitahukan bahwa interview diundur karena yang mau interview ada keperluan mendadak. dan akan dihubungi lagi sore atau besoknya. Tapi sampai saat ini belum dihubungi. Apakah saya akan dihubungi kembali dan faktor apa yg membuat seorang HRD umumnya melakukan reschedule jadwal. Terimakasih
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2017-02-09 00:11:27
0 Komentar

Bernar Diah Sari

Assalamualaikum Maaf ibu/bapak saya ingin memberikan saran. Di sekolah pintar kan hanya tugas yang dituju pada saat belajar, bagaimana kalo pembelajarannya ditambah dengan cara membuat lamaran kerja/menghadapi interview saat bekerja terimakasih
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2017-02-08 16:36:15
0 Komentar

Aqiela Hilfi Ahmedan

Bu bagaimana trik menghapal bhs inggris dngn cpt? Membaca,menulis,menonton film inggris,mndengarkan musik barat saya sdh bosan bu.
Like(1) Dislike(0)     
Reply      
2017-02-02 22:10:15
0 Komentar

Denny Saputra

selamat malam ibu arbania fitriani, saya mau bertanya saat ini usia saya sudah 28 tahun dan saya berniat untuk melanjutkan pendidikan saya ke jenjang yang lebih tinggi lagi, yang membuat saya bimbang adalah bagaimana nanti ketika saya sudah mendapatkan gelar sarjana mungkin di usia saya yang sudah mencapai 33 tahun apakah masih ada industri yang mau pakai saya dengan background S1 tetapi fresh graduated dengan usia 33 tahun sementara di pengalaman kerja saya yang sebelumnya hanya berlatar belakang SMK atau buruh, tks,
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2017-01-22 21:12:53
0 Komentar

Rossy Laine Silalahi R.

Sebagai seorang fresh graduated yang sedang mencari pekerjaan, apakah saya harus memiliki berbagai macam sertifikat pelatihan? Jikalau benar, apakah ada referensi pelatihan apa yang harus saya ikuti? (yang paling banyak diinginkan oleh perusahaan)
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2017-01-08 18:51:53
0 Komentar

Sri nirwana zadra

Bagaimana cara pintar berbahasa inggris?
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-11-08 10:08:34
0 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

Bagaimana cara untuk cepat menghafal kosa kata bahasa inggris
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-11-08 07:11:17
1 Komentar

Zamhajj Bhrenasj Rayhana

Bagaimana cara agar lancar speaking dan dapat terlihat meyakinkan dalam wawancara?
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2017-01-05 16:35:13

Sandi Sanjaya Putra

berbicara perlahan dan pengucapannya benar...
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-11-04 16:19:46
0 Komentar

Deta Rianitasari Baretta Baretta

saya mau bertanya bagaimana cara belajar speak english secara lancar walaupun pengucapanya masih salah
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-10-29 14:48:09
0 Komentar

Dwi Yuliana Rifa'i

selamat sore miss.. saya ingin konsultasi tentang bagaimana caranya untuk bisa berbicara didepan umum.. jujur saya kurang bisa untuk percaya diri, dan selalu gugup ketika menjawab pertanyaan sehingga jawaban yang telah saya siapkan malah jadi nggak karu-karuan.... makasih sebelumnya.. :)
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-10-26 17:51:19
0 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

Ms sy mau tnya ini cara kursusny bagaimana si sy bingung
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-10-16 11:12:27
0 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

can i question? gimana ya cara agar bisa percaya diri? ,terima kasih
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-10-05 13:41:47
0 Komentar

Ria Budiati

Selamat Siang bu, Jika kita ingin menjadi profesional, manakah yang harus dilakukan terlebih dahulu, menempuh jenjang kuliah S2 atau menjajaki karir untuk mendapatkan pengalaman kerja? Bagaimana mensiasati seleksi administrasi yang mensyaratkan akreditasi kampus dengan predikat tertentu, sementara saat ini kita lulusan dari kampus dengan akreditasi dibawah ketentuan tersebut, padahal saat saya kuliah akreditasinya masih sesuai standar. Mohon pencerahannya bu, terima kasih
Like(0) Dislike(1)     
Reply      
2016-07-28 01:21:01
0 Komentar

Rizki Angga D

Hallo bu, bagaimana caranya meyakinkan user dan memudahkan pada saat interview?
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-07-15 17:02:37
0 Komentar

oktiasiwiputri

bagaimana menghilangkan ke khawatiran terhadap kesuksesan masa depan. ya bu ?
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-06-15 19:14:56
1 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

malam, pertanyaan saya: jika kita sempat beberapa kali bekerja di job position yang kurang mendukung (ex: pekerjaan kasar) dan tempo kerja yang singkat. bagaimana kita menerangkan pada perusahaan yang akan kita apply di cv maupun saat interview nanti. terimakasih
Like(0) Dislike(1)     
Reply      
2016-09-21 18:14:29

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

@Anonim berdoa saja kawan. semoga cepat mendapatkan jawaban
Like(0) Dislike(1)     
Reply      
2016-05-23 18:15:00
0 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

saya selalu gagal setelah interview dengan user, kenapa ya bu? dan saya minta tips agar tidak salah dalam menjawab pertanyaan dari user terimakasih
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-05-12 11:37:39
0 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

Selamat pagi, saya seorang yang sangat senang ngobrol atau berbincang dengan seseorang. Saya telah mengikuti beberapa interview dan hasilnya sampe sekarang masih belum ada yg lolos, pada saat saya di interview saya menjawab dengan apa adanya saya dengan cara saya yang suka berbincang jadi setiap kali ditanya oleh interviewer saya menjawabnya dengan panjang lebar bu, apakah itu yang membuat saya gagal dan apa tips untuk menjadi lebih baik lagi bu dengan karakter saya yang suka bercerita panjang lebar dan suka berbincang ini.. terima kasih bu
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-05-07 11:50:31
1 Komentar

Ahd. Gozali

selamat siang, saya ingin bertanya, saya berusia 25 tahun, yang saya pikirkan hanya bagaimana masa depan saya nantinya, saya ingin bertanya tentang bagaimana menghilangkan ke khawatiran terhadap kesuksesan masa depan.
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-05-11 14:54:48

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Gozali

Langkah yang paling tepat untuk dilakukan adalah dengan membuat perencanaan apa yang akan dilakukan ke depannya. Bisa dengan membuat catatan dan dibuat visualisasi rencana dalam jangka 2-3 tahun ke depan, kemudian langkah-langkah apa yang perlu diambil untuk memenuhi perencanaan tersebut. Contoh, rencana dalam 2-3 tahun ke depan telah bekerja diperusahaan yang besar, gambarkan di sebuah kertas, tuliskan nama perusahaannya, tuliskan posisi yang Anda harapkan, di bawahnya adalah langkah yang bisa Anda jalankan untuk memenuhi posisi tersebut, misalnya membuat surat lamaran yang bagus, mengikuti kursus-kursus yang sesuai dengan tututan perusahaan, membaca buku atau referensi terkait dengan bidang yang Anda minati. Setelah itu tempelkan di tempat yang mudah Anda lihat dan buatlah cheklist yang harus Anda lakukan dan berikan tenggat waktu.

Alternatif lain adalah temukan apa yang menjadi  minat dan potensi Anda, kemudian Anda bisa membuka usaha sesuai dengan bidang yang Anda kuasai. Anda bisa mengikuti seminar-seminar yang dapat memberikan wawasan kepada Anda untuk menjadi enterpreneur atau bisa juga dilihat di youtube.

Kombinasikan dengan latihan pernafasan untuk menghilangkan pikiran-pikiran yang dapat menghambat Anda untuk berhasil seperti misalnya kekhawatiran yang tidak ada gunanya. Carilah komunitas yang positif yang dapat membantu Anda untuk berkembang.

Sukses untuk Anda !!

 

 

Like(3) Dislike(0)     
Reply      
2016-05-01 13:11:15
1 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

selamat siang saya ingin bertanya ada tips untuk membuat Cv yang menarik agar perusahaan tertarik dengan kita ? adan apa saja yang sering di tanya kan pada saat interview terima kasih
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-05-11 14:57:29

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Risa

Curriculum Vitae (CV) atau Resume atau Daftar Riwayat Hidup adalah gambaran diri Anda yang sesungguhnya. Memiliki CV yang efektif dan menarik akan meningkatkan kesempatan Anda dalam mendapatkan pekerjaan idaman Anda. Bagaimana cara membuat CV yang efektif dan menarik?

Curriculum Vitae (CV) atau resume adalah gambaran diri Anda.  CV adalah hal pertama yang dilihat perusahaan dari diri seorang pelamar saat melamar sebuah pekerjaan.  Keberadaan CV sangatlah krusial karena lewat CV itulah perusahaan mendapat kesan pertama mengenai kita.  Ibaratnya apa yang kita tulis di CV adalah usaha kita dalam self-branding dan memasarkan keahlian diri sehingga kita terpilih menjadi orang yang tepat dalam mengisi posisi kerja yang dibutuhkan.  Memiliki CV yang efektif dan menarik akan meningkatkan kesempatan Anda dalam mendapatkan pekerjaan idaman Anda. Lalu bagaimana cara membuat CV yang efektif, menarik dan menjual?

Sebelum masuk ke cara membuat CV yang efektif, mari kita membahas sedikit mengenai CV atau resume, Apa yang dimaksud dengan CV?

CV atau Resume adalah sebuah dokumen yang menjelaskan secara ringkas mengenai siapa diri Anda, apa saja pencapaian yang telah Anda lakukan di masa lalu, bagaimana relevansi pengalaman Anda terhadap posisi pekerjaan yang dilamar, serta apakah Anda orang yang tepat atau tidak untuk dipilih diantara kandidat lainnya. Intinya, CV merupakan gambaran personifikasi diri dalam tulisan. CV yang baik adalah dimana pembaca CV tersebut dapat membayangkan dengan baik sang pembuat CV sebelum bertemu langsung secara fisik.

Apa saja kegunaan CV atau resume?

  • CV atau Resume bagi Perusahaan yang membuka lowongan kerja adalah mempermudah mengevaluasi kompetensi dan bakat pelamar yang memiliki relevansi dengan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh perusahaan.
  • CV atau Resume bagi Pelamar adalah mendeskripsikan kemampuan yang dimiliki dengan cara realistis dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Tingkat relevansinya tergantung dari teknik evaluasi yang dilakukan pelamar.

Apa saja jenis CV atau resume?

1)      Curriculum Vitae berdasarkan urutan kronologis

Ini dia CV yang biasa digunakan kebanyakan orang. Jenis CV ini mengedepankan pendidikan dan pengalaman kerja dalam urutan kronologis, baik digunakan bila Anda mempunyai tipe perkerjaan yang sama sepanjang karir Anda, sehingga CV model ini akan memperlihatkan perkembangan karir Anda. CV seperti ini lebih disenangi oleh sejumlah perusahaan, karena format susunannya yang dimulai dengan pengalaman kerja paling baru.

2)      Curriculum Vitae berdasarkan keterampilan

Jenis CV ini lebih terfokus pada keterampilan dibanding pengalaman kerja. Fungsinya adalah untuk meyakinkan pemberi kerja bahwa Anda mempunyai keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tersebut. CV ini cocok untuk para fresh graduate dan orang yang ingin berganti pekerjaan ke bidang yang berbeda dengan bidang kerjanya dulu.

Pilihlah Curriculum Vitae yang sesuai untuk Anda karena pada dasarnya ada bermacam-macam konsep dan jenis CV, yang masing-masing menonjolkan apa yang patut ditonjolkan untuk mendapatkan sebuah posisi tertentu.

Apa saja yang harus dicantumkan dalam sebuah CV?

  • Data Pribadi

Bagian ini berisi nama, alamat, email, handphone dan identitas pribadi lainnya. Sangatlah penting bagi Anda untuk selalu mencantumkan nomor kontak atau email Anda karena itu adalah satu-satunya cara perusahaan yang merekrut bisa menghubungi Anda kembali jika sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

  • Pendidikan

Bagian ini menjelaskan mengenai latar belakang pendidikan dan hubungannya dengan pekerjaan yang dilamar. Cantumkan pendidikan dari SMU ke atas termasuk jika ada pendidikan non formal khusus yang Anda ikuti.

  • Pengalaman Kerja

Bagian ini merupakan bagian yang paling sering diperhatikan oleh perusahaan yang merekrut.

Pengalaman kerja memberikan gambaran apakah seorang kandidat sudah memiliki jam terbang yang cukup atau masih terbatas. Di bagian ini, rekruiter juga bisa menentukan apakah kandidat dapat segera menyesuaikan diri di organisasi yang baru atau apakah dia butuh penyesuaian yang panjang. Oleh karena itu Anda harus menjelaskan secara detail apa yang Anda kerjakan, nama perusahaan tempat kerja sebelumnya, posisi Anda, dan pekerjaan yang Anda lakukan sehari-hari (job description).Informasi ini akan membantu memahami cakupan kerja yang dilakukan, keterampilan yang dimiliki serta bisa memperkirakan nilai tambah yang dimiliki seorang kandidat.

  •  Keterampilan Yang Dimiliki

Dalam CV Anda, ada kalanya Anda perlu menjelaskan keterampilan apa saja yang Anda miliki sebagai proses belajar maupun pengalaman dari pekerjaan sebelumnya. Sebisa mungkin hindari penulisan keterampilan seperti : mampu berkomunikasi dengan baik, dapat bekerja dalam tim, cepat belajar hal yang baru. Penjelasan seperti itu tidak memberikan nilai tambah karena semua kandidat juga melakinkukan hal yang sama. Mungkin dalam bagian ini Anda bisa menambahkan keterampilan Anda dalam berbahasa lebih dari sau bahasa atau keterampilan dalam menggunakan applikasi-aplikasi computer.

  • Training Yang Pernah Diikuti

Masukkan daftar pelatihan/training apa saja yang pernah Anda ikuti sebelumnya  untuk memberi gambaran sejauh mana Anda telah berkembang dan wawasan apa saja yang sudah dimiliki. Jangan masukkan semua training karena jumlahnya akan sangat panjang. Pilih yang relevan dan sesuai dengan target pada organisasi yang dituju.

  • Prestasi

Ini adalah bagian yang penting disamping Pengalaman Kerja yang menjelaskan keunikan sebagai individu sekaligus pencapaian di bidang tertentu. Anda bisa menjelaskan secara singkat prestasi di pekerjaan, pendidikan ataupun dalam bidang kemasyarakatan lainnya. Prestasi di bidang kemasyarakatan atau hal-hal di luar pekerjaan juga menarik bagi seorang rekruter untuk digali lebih jauh.

  • Kegiatan Ekstrakurikuler/Kemasyarakatan

Anda perlu memberikan sedikit gambaran kegiatan yang dilakukan di masyarakat. Ini akan menunjukkan bahwa Anda bisa membagi waktu dan memiliki wawasan yang lebih luas, tidak hanya sebatas pekerjaan.

Bagaimana membuat CV yang efektif dan menarik? Apa tips dan trik dalam membuat CV yang menarik?

  • Rapi dan Mudah Dibaca

Ini merupakan syarat utama dari sebuah CV atau resume yang efektif dan menjual.  Penampilan CV tentu akan menjadi kesan pertama apakah pembaca ingin melanjutkan ke tahapan selanjutnya atau menyerah sebelum membaca apa yang ada di dalamnya. Kerapian dapat menggambarkan seseorang yang tertib, teratur, sistematis juga kemampuan bekerja-sama dengan orang lain.

Jadi pastikan Anda menggunakan huruf dengan ukuran normal, spasi jangan terlalu rapat, margin tidak konsisten, atau ejaan yang banyak kesalahan. Gunakan format standar, ubahlah format tersebut sesuai dengan kebutuhan.

  • Memberikan Informasi Lengkap

CV atau resume yang efektif selalu memberikan informasi lengkap dan relevan kepada orang yang membacanya, setidaknya mencakup semua yang telah Gajimu jabarkan di poin sebelumnya. Gunakan gaya bahasa formal dan kalimat-kalimat yang sederhana serta konsisten dalam seluruh dokumen anda. Dan tulislah CV dengan jujur dan akurat.

  • Disajikan Secara Ringkas

CV atau resume yang efektif memang harus menyajikan informasi secara lengkap, tapi bukan berarti CV atau resume Anda harus panjang sekali sampai 10 halaman. Cobalah Anda memaparkan informasi penting, detail dan relevan terhadap pekerjaan yang dituju hanya dalam 1-2 halaman.

  • Konsistensi Karir

Sudah menjadi rahasia umum kalau satu hal ini adalah salah satu kunci penting yang menentukan untuk dihubungi oleh pihak perusahaan menuju tahapan rekrutmen berikutnya. Pihak perusahaan lebih memilih specialis dalam bidang tertentu untuk mengisi posisi yang lowong.

  • Karir Progresif

Ketika Anda sudah menjadi spesialis di satu bidang, keputusan untuk menuju tahap rekrutmen berikut biasanya akan lebih mudah diambil oleh pihak perusahaan kalau apabila Anda menjalani karir yang progresif. Karena disinilah indikator paling nyata apakah Anda mampu memberikan performa kerja terbaik dalam spesialisasi yang dipilih — yang berarti pula mendapat ganjaran berupa promosi jabatan kalau memang berprestasi.

  • Achievement

Jangan pernah ragu untuk mencantumkan pencapaian prestasi yang diukir dalam tiap jabatan atau posisi yang ditempati sebelumnya. Inilah kesempatan terbaik untuk menjual bukti kemampuan dan kompetensi yang sesungguhnya kepada pihak perusahaan yang merekrut.

  • Custom Made

Yang dimaksud custom made disini adalah mengubah dan menyesuaikan CV atau resume agar sedapat mungkin menunjukkan kepada pihak perusahaan yang merekrut bahwa kemampuan dan kompetensi yang Anda miliki memang menyamai atau mendekati persyaratan kerja yang dicari oleh pihak perusahaan.

 

Untuk tips dalam interview silahkan lihat pada jawaban saya pada penanya lain.

Sukses !

Like(1) Dislike(0)     
Reply      
2016-04-16 20:11:51
2 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

selamat mlm, saya seorang karyawan swasta saya bekerja diperusahaan Tbk, tetapi saya bekerja dikantor cabang dimana manajemennya terpusat dikantor pusat. Di kantor cabang hanya ada 3 karyawan, 1. Kepala Cabang sekaligus Sales 2. Saya Sebagai marketing Support,mengurusi segala keperluan kantor, Stock Gudang, administrasi, penagihan customer dll. 3. Office Boy. pekerjaan saya mempunyai semua tanggung jawab yan ada dikantor, ketika ada kesalahan apapun itu saya yang dipersalahkan apakah dari segi administrasi, stock, tagihan invoice, report penjualan, dll. hub saya dengan bos saya tidaklah dekat. Bos saya mempunyai kepemimpinan otoriter yang dmana hanya boleh bekerja dengan apa yang dia perintahkan. Saya tidak bisa memberikan pendapat apapun itu. sehingga itu saya malas memberikan pendapat, saya bekerja seperti robot. jujur saya merasa tidak berkembang dengan pekerjaan saya ini. saya tidak bisa mengeksplore kemampuan diri saya. saya bekerja sudah hampir 5 th dan ini pekerjaan pertama saya sejak lulus kuliah .Saya sekarang mengambil kuliah S2 di salah satu univ negeri di Bali. apakah menurut Ibu saya harus tetap bekerja disana atau resign?. Jika saya resign saya saya mempunyai pertimbangan 1. Gaji dsana cukup bagus. 2. ketika saya resign saya takut tidak mempunyai pemasukan bulanan dan tidak dapat mengcover pengeluaran bulanan saya. 3. Saya merasa tidak percaya diri dengan pengalaman kerja saya ketika melamar ditempat lain. Bagaimana pendapat ibu?
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-05-07 11:56:54

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

@Anonim Menurut saya, mencari pekerjaan yang sesuai dengan kita adalah jalan terbaik, sebab, jika kita bekerja yang berlawanan dengan naluri kita hanya akan menimbulkan ketidak puasan, yang perlu saudara lakukan adalah optimis dan percaya bawa lapanga kerja yang lain masih tersedia, gaji menurut saya bukan prioritas utama, bagaimaka kita daoat menikmatinya sementara hati kita tidak penah tenang, TRM
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-05-11 15:07:25

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear R Yudha

Setiap tempat kerja pasti akan ada masalah dan tantangan, dimanapun Anda bekerja, Anda akan mengalami tantangan, bisa sama bisa berbeda. Gaya kepemimpinan di Indonesia memang masih menjadi tantangan terbesar dalam organisasi. Yang perlu Anda lakukan adalah kerjakanlah tanggung jawab Anda dengan penuh dedikasi dan loyalitas. Lakukan yang terbaik yang bisa Anda lakukan dengan penuh keikhlasan. Jika pun memang Anda ingin resign, pastikan Anda sudah tandatangan kontrak kerja terlebih dahulu. Pepatah bijak mengatakan, jika kamu masih belum memiliki air bersih, sementara gunakan dulu air comberan yang ada. Sama halnya dengan pekerjaan. Saat ini memperoleh lapangan kerja tidaklah mudah. Dan, jangan berharap bahwa dengan pindah kerja Anda tidak akan memperoleh masalah. Bisa jadi masalah Anda di tempat kerja tersebut jauh lebih berat ketimbang di tempat sekarang.

Jika Anda ingin pindah, pastikan bahwa salary Anda jauh lebih bagus dari tempat yang sekarang. Pekerjaan yang Anda dapatkan juga bisa memberikan Anda kesempatan untuk berkembang. Masalah percaya diri, Anda tidak perlu khawatir, masa kerja Anda yang sudah cukup lama dapat dipertimbangkan oleh pihak HRD bahwa Anda bukanlah kutu loncat. Tapi kunci utama adalah, lakukanlah pekerjaan Anda saat ini dengan sebaik-baiknya sehingga Anda bisa mendapatkan referensi yang baik.

Sukses !

Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-04-16 19:59:51
1 Komentar

R. Yudha Satrio Prabowo

dear Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met dalam menerima karyawan selain faktor pendidikan formal dan "gombalan" pelamar tentang kelebihan dan kekurangan nya apa faktor penting lainnya? dan bagaimana kita meyakinkan perusahaan bahwa kita pantas diterima pada perusahaan tersebut? dalam sebuah perusahaan pastinya sudah banyak mendengar tentang gombalan pelamar yang itu-itu saja. bagaimana cara kita terlihat berbeda dibanding kandidat lainnya?
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-05-11 15:11:17

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Yudha

Tips untuk bisa terlihat unik dalam proses interview,

1. Fokus pada masalah yang kamu ketahui

Penting untuk mencari tahu profil perusahaan dan rincian pekerjaan yang harus kamu lakukan pada suatu posisi tertentu. Sebab, ini akan membantu kamu untuk fokus pada masalah dan bidang yang kamu kuasai saat melamar kerja. Kamu bisa mendeskripsikan masalah dan solusi dari pengalaman serupa yang pernah kamu alami.

2. Deskripsikan keunikan yang kamu punya

Ceritakan secara spesifik kemampuanmu. Selain itu, beritahu kepada pewawancara bahwa kamu berbada dengan kandidat-kandidat lainnya. Misalnya, kamu punya kemampuan khusus yang jarang orang lain miliki.

3. Diskusikan pencapaianmu sebelumnya

Kamu bisa menceritakan pencapaian dan prestasi yang pernah kamu dapatkan sebelumnya. Pastikan capaianmu tersebut sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan. Ceritakan secara detail untuk membuat pewawancara terkesan.

4. Perlihatkan kalau kamu punya kualifikasi

Kamu harus percaya diri bahwa kamu punya kualifikasi yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan. Tunjukkan kepada pewawancara tentang potensi yang kamu miliki. Tidak perlu membandingkannya dengan orang lain. Kamu cukup beritahu keuntungan apa yang akan mereka dapatkan jika menerimamu sebagai karyawan.

Sukses !

Like(1) Dislike(0)     
Reply      
2016-03-31 15:45:47
1 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

Bagaimana supaya kita sukses interview?
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-05-11 15:15:09

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Gery

Berikut tips yang bisa Anda ikuti untuk sukses dalam interview

Persiapan Fisik Penting Anda Lakukan Sebelum Melaksanakan Tes Wawancara Kerja Yang Baik

Siapkan diri anda secara fisik. Jagalah kesehatan anda sehingga pada saat mengikuti tes wawancara kerja dapat anda lakukan dengan baik karena kondisi tubuh anda fit dan tidak sakit. Cukupi kebutuhan vitamin dan mineral anda. Jika perlu minumlah mutivitamin dan mineral secara teratur. Kondisi fisik yang prima juga akan memudahkan anda secara psikis menghadapi hari wawancara sehingga anda dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang nantinya dilontarkan oleh pewawancara secara baik dan tepat.
 

Persiapan Mental Sebelum Tes Wawancara Kerja

Mengalami sedikit nervous itu manusiawi. Apalagi tahapan wawancara kerja yang akan anda laksanakan adalah salah satu tahapan penting dalam perjalanan karier dan hidup anda ke depannya. Akan tetapi selalulah berusaha menjaga emosi sehingga rasa gugup dan nervous dapat dikurangi bahkan dienyahkan dari diri anda. Untuk itu anda perlu mempersiapkan diri untuk menjawab beragam pertanyaan yang muncul baik yang terduga maupun pertanyaan-pertanyaan yang mungkin tidak terduga sebelumnya.

Beberapa pertanyaan yang umum dilontarkan oleh pewawancara saat anda melamar pekerjaan, misalnya pengalaman kerja anda, cara anda memecahkan suatu permasalahan ketika dihadapkan pada situasi sulit, jumlah gaji yang anda inginkan, mengapa perusahaan mau mempekerjakan orang seperti anda (jawab dengan percaya diri), kemungkinan bekerja lembur, serta target anda dalam bekerja di perusahaan yang bersangkutan. Untuk menjawab pertanyaan ini, yang anda perlukan adalah mengetahui sebanyak-banyaknya informasi tentang perusahaan tersebut baik melalui para karyawannya yang anda kenal ataupun sumber-sumber lainnya.
 

Siap Di Tempat Wawancara Lebih Awal Dari Jam Yang Dijanjikan

Jika hari wawancara telah tiba, maka yang pertama kali anda harus lakukan adalah berupaya datang di tempat wawancara sesuai waktu yang dijanjikan. Tepat waktu di sini berarti anda datang 20 atau 15 menit sebelum waktu wawancara. Pastikan bahwa pihak pewawancara tahu bahwa anda telah tiba di tempat. Adalah hal yang menggelikan jika anda terlambat dan datang dengan ekspresi terburu-buru. Semua kompetensi yang anda miliki akan tak berguna banyak karena anda telah memberi kesan pertama yang sangat buruk. Oleh karena itu perhitungkanlah berapa waktu yang anda butuhkan untuk sampai di tempat wawancara, kemungkinan kemacetan, atau hal-hal tak terduga lainnya serta kemungkinan antisipasi lainnya.
 

Gunakan Bahasa Yang Sopan, Jelas Dan Lancar

Memang tidak semua orang mempunyai kemampuan berbicara yang baik. Akan tetapi dalam wawancara kerja anda mutlak harus menggunakan bahasa yang sopan, jelas, dan lancar. Ini penting karena dengan demikian apa yang anda maksudkan dalam jawaban wawancara anda benar-benar dapat ditangkap oleh si pewawancara. Ingatlah untuk selalu mengambil jeda setelah pewawancara melontarkan pertanyaan. Ini tidak hanya bermanfaat untuk memberi kesan bahwa anda bukan orang yang suka terburu-buru, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anda untuk mencerna apa maksud pertanyaan tersebut dan menyusun garis besar jawaban anda. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jika situasinya pas, anda bahkan dapat menyelipkan sedikit humor yang pantas.
 

Berpakaian Rapi, Sopan, Dan Sesuai Dengan Bidang Pekerjaan Yang Anda Lamar

Berpakaian rapi dan sopan adalah cerminan kepribadian anda. Jika anda berpakaian rapi dan sopan, maka tentunya kepribadian andapun setidaknya demikian. Selain itu, pakaian rapi dan sopan juga sebagai bentuk penghargaan anda kepada perusahaan dan pewawancara anda. Walaupun anda melamar pekerjaan di tempat yang bersifat santai, berpakaian rapi tetap penting karena itu tidak akan menjadi sebuah kesalahan bagi anda atau menurunkan citra anda di hadapan pewawancara.
 

Gerak-Gerik dan Bahasa Tubuh Saat Wawancara Kerja Dilakukan

Bahasa tubuh dan gerak-gerak anda mulai dari masuk ke ruang wawancara hingga keluar dari ruangan wawancara umumnya juga akan menjadi bagian penting dari penilaian. Ini adalah bentuk lain dari penampilan anda. Beri senyuman tulus kepada pewawancara saat anda memasuki pintu ruang wawancara. Kemudian, ucapkan salam. Hal berikutnya yang harus anda lakukan adalah berjabat tangan dengan pewawancara sambil menyebutkan nama anda sebagai bentuk perkenalan yang sopan. Ingatlah, jangan duduk sebelum pewawancara mempersilakan anda. Adalah sikap yang kurang sopan ketika anda langsung duduk sebelum dipersilakan. Selalulah berkomunikasi dengan melakukan kontak pandang. Tatap mata dan wajah pewawancara (jangan menunduk). Pada saat anda duduk, buatlah posisi tegak dan santai, sopan, usahakan untuk tidak menaruh tangan di meja pewawancara. Kalau proses wawancara sudah selesai, jabatlah tangan pewawancara dan ucapkan terima kasih dengan tulus.
 

Perihal Pengalaman Kerja Anda Sebelumnya Yang Mungkin Ditanyakan Saat Wawancara Kerja

Jika anda ditanya atau diberikan kesempatan untuk menceritakan pengalaman kerja yang telah anda miliki, maka bertuturlah dengan bahasa yang sopan tanpa menunjukkan bahwa anda paling pintar dan paling hebat. Tetapi jangan pula terlalu merendah sehingga anda justru memberi kesan seorang yang tidak mampu melakukan apa-apa dalam pekerjaan anda. Anda dapat menceritakan prestasi-prestasi kerja anda, tetapi dalam proporsi yang sesuai dan tidak berlebih-lebihan. Kemudian, jika anda ditanya mengapa anda pindah dari tempat kerja anda yang lama, maka anda harus berhati-hati karena salah menjawab bisa-bisa anda akan terpojok. Apapun yang dikejar pewawancara melalui pertanyaannya tentang tempat kerja anda yang lama, jangan sekali-kali menjelek-jelekkan tempat kerja lama anda tersebut. Anda dapat menjawab taktis seperti: “Saya ingin mengembangkan diri saya lebih baik, dan saya pikir perusahaan ini adalah tempat yang cocok.”  Lalu, bagaimana jika anda baru lulus dari bangku kuliah dan belum mempunyai pengalaman kerja? Akuilah bahwa anda memang belum mempunyai pengalaman kerja. Toh, para pewawancara juga tahu itu saat sebelumnya mereka membaca surat dan berkas lamaran pekerjaan (CV) yang anda kirimkan kepada perusahaan. Akan tetapi, berikanlah keyakinan yang cukup kuat bahwa anda mampu bekerja dan belajar dengan baik tentang pekerjaan yang nanti anda akan geluti walaupun anda belum mempunyai pengalaman sebelumnya.
 

Tips menjawab Pertanyaan Tentang Gaji Saat Wawancara Kerja

Pertanyaan ini adalah pertanyaan umum yang akan anda hadapi di tempat wawancara kerja. Jadi jangan sampai kaget. Anda dapat mengatakan berapa kira-kira gaji yang anda inginkan, misalnya antara sekian hinga sekian. Tentu sebelumnya anda telah mencari-cari informasi berapa kira-kira bayaran (gaji) yang diterima pegawai di perusahaan tersebut pada posisi yang sedang anda lamar sekarang. Anda boleh menambahkan bahwa anda tentu juga akan senang apabila gaji yang diterima lebih besar dari yang telah anda sebutkan.
 

Tips Menjawab Pertanyaan Tentang Kelemahan Anda

Saat wawancara kerja, seringkali juga pewawancara bertanya tentang apa kelemahan yang anda miliki sebagai seorang pekerja. Katakan saja satu kelemahan anda, tetapi segera lanjutkan dengan teknik atau strategi yang dapat anda gunakan dan andalkan untuk mengatasi kelemahan anda itu.
 

Bagaimana Jika Diberi Kesempatan Untuk Bertanya?

Jika anda dalam sesi wawancara kerja diberikan kesempatan untuk bertanya, gunakanlah untuk bertanya. Pertanyaan yang anda ajukan kepada pewawancara sebaiknya tidak jauh dari posisi yang sedang anda lamar saat ini sebagai bentuk ekspresi ketertarikan anda akan pekerjaan yang akan anda geluti. Anda boleh juga bertanya, apakah anda qualified untuk posisi yang anda harapkan. Pewawancara mungkin akan memberikan informasi tentang kualifikasi bagaimana yang mereka inginkan, sehingga selanjutnya anda dapat memaparkan bagaimana kemampuan anda untuk memenuhi kualifikasi tersebut.
 

Sukses !

Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-03-21 10:09:35
1 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

Saya ingin bertanya bagaimana cara memilih pekerjaan sesuai dengan minat dan bakal kita
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-05-11 15:20:13

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Meli

Tips yang bisa Anda ikuti dalam memilih pekerja sesuai minat Anda

1. Kenali Minat dan Bakat Anda

Untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, kita harus tahu dulu, apa minat dan bakat kita. Alangkah bahagianya jiak kita bisa mendapatkan uang dari hal-hal yang kita minati. Ini berhubungan dengan HOBI. Satu contoh, jika anda punya hobi photography, pasti anda akan bergairah untuk menekuni pekerjaan sebagai photographer. Contoh lain, jika anda mempunyai bakat menyanyi, menjadi penyanyi bisa jadi adalah pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian anda.

Keuntungan memilih pekerjaan yang sesuai denga bakat dan minat anda adalah, kita akan merasa senang melakukan pekerjaan tersebut, dengan perasaan senang tentu akan lebih produktif, ketimbang bekerja dengan penuh tekanan.

2. Pilih Lapangan atau Kantoran?

Jika anda orang yang aktif dan suka berpetualang, tidak suka bekerja di dalam kantor, Anda bisa mencari pekerjaan yang berhubungan dengan lapangan. Berada seharian dalam ruang kantor, sambil menatap layar komputer mungkin akan membuat anda jenuh. Namun sebaliknya jika anda orang yang kurang aktif, menyukai hal-hal yang rumit, dan betah beralama-lama di depan komputer, pekerjaan kantoran adalah pilihan yang cocok untuk Anda.

3. Gaji

Tujuan utama kita mencari pekerjaan adalah untuk mendapatkan gaji. Jadi carilah pekerjaan yang menawarkan gaji besar. Tentunya ini berkaitan dengan modal dari diri Anda sendiri, seperti ijazah yang anda miliki, atau keterampilan lain yang bisa mendatangkan uang.

4. Stabilitas pekerjaan 

Pikirkan juga aspek stabilitas dalam memilih pekerjaan. Carilah pekerjaan yang stabil, artinya mungkin saja ada sebuah industri yang sedang ngetrend sekarang ini, akan tetapi belum tentu akan langgeng. Pada kasus lain, meskipun Anda mencintai sebuah pekerjaan, atau pekerjaan tersebut menawarkan gaji yang menjanjikan, namun jika tidak mampu bertahan dalam jangka waktu panjang, maka akan merugikan kita.

5. Jadilah pengusaha

Ini adalah cara terbaik mendapatkan pekerjaan sesuai kepribadian anda. Dengan menjadi pengusaha, anda bisa memilih jenis usaha apa yang akan anda geluti. Tentunya yang pertama kali akan terpikirkan adalah apa yang mampu dan senang untuk anda lakukan. Jika anda mempunyai hobi tertentu dan bakat yang di atas rata-rata anda pasti akan sukses menjadi pengusaha. Pastinya sangat menarik, dari hobi menjadi profesi. Tentu anda pernah mendengar kata-kata bijak Om Bob Sadino, "Setinggi apa pun pangkat anda, anda tetap seorang  pegawai, sekecil apa pun usaha yang anda lakukan, anda adalah BOSnya."

Untuk memilih sebuah pekerjaan yang tepat, kita perlu mempertimbangkan faktor kepribadian. Sebab kepribadian turut berperan dalam menentukan kecenderungan seseorang untuk cocok atau tidak pada jenis pekerjaan tertentu.

a. Tipe Murni atau tunggal

1. Tipe realistik

Orang yang memiliki sifat dan perilaku agresif. Cocok dengan pekerjaan sebagai mekanik, operator mesin, tenaga pengepakan dan staf produksi

2. Tipe investigatif

Orang yang lebih banyak berpikir dari pada bertindak dan mencari jalan keluar atas masalah yang dihadapi dari pada harus bekerja menggunakan fisik. Tipe ini cocok bekerja sebagai peneliti dan progammer

3. Tipe sosial

Orang yang memiliki kemampuan sosial yang tinggi dengan orang sekitarnya. Pekerjaan yang sesuai untuk tipe ini adalah public relation, customer service, guru atau pekerja sosial

4. Tipe konvensional

Orang yang selalu patuh pada peraturan. Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah akuntan, administrasi, staf keuangan dan sekretaris

5. Tipe usaha

Orang yang mempunyai kemampuan verbal yang andal, pandai berkomunikasi, mempengaruhi, merayu dan meyakinkan orang. Pekerjaan yang cocok untuk orang dengan tipe ini adalah wiraswasta dan staf marketing

6. Tipe kreatif

Orang yang senang mengekspresikan diri mereka secara artistik atau seni seperti bernyanyi, melukis, menulis atau akting. Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah copy writer, penulis, pemain teater, bintang film atau sinetron, pelukis, desainer dan penyanyi

b. Tipe Kombinasi

1. Realistik-investigatif

Orang dengan ciri-ciri gabungan dari dua tipe yakni realistik dan investigatif. Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah pegawai navigasi, ahli pertanian dan surveyor

2. Investigatif-kreatif

Orang dengan ciri-ciri gabungan investigatif dan kreatif. Pekerjaan yang cocok adalah ahli kecantikan, desainer interior dan asisten musium

3. Artistik-sosial

Pekerjaan yang cocok untuk tipe gabungan ini adalah guru musik, guru taman kanak-kanak dan terapis seni

4. Sosial-usaha

Pekerjaan yang sesuai untuk tipe ini adalah manajer hotel, interviewer dan direktur pelayanan masyarakat

5. Usaha-konvensional

Pekerjaan yang sesuai untuk tipe kombinasi ini antara lain manajer real estate, agen asuransi dan administrasi penjualan

Sukses untuk Anda !

Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-03-18 16:47:08
1 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

Selamat Sore Bu, saya ingin bertanya cara menawarkan suatu prodak tanpa ada penolakan dr sasaran. klo dalam dunia hipnosis ada yg disebut hypnoselling. mohon ibu berkenan untuk menjelaskan terkait cara saya menawarkan suatu prodak dengan menggunakan hypnoselling. terimakasih
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-05-11 15:47:37

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Asep

hypnoselling adalah cara untuk membangun jembatan antara pikiran seorang penjual dengan konsumen. Apakah hypnoselling dapat digunakan untuk mengendalikan dan memengarui konsumen? Tentu saja tidak jika seorang penjual tidak tahu bagaimana cara membangun keakraban, membangun pondasi kepercayaan dan benar-benar memahami konsumen. Baik dengan komunikasi verbal atau non-verbal. Jadi silahkan kita lebih bijaksana dalam melihat dan menyikapi fenomena hypnoselling ini. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam menjual

1. Perluas zona nyaman prospek dengan menciptakan suasana yang ramah, bersahabat, dan nyaman. Berada dalam sebuah lingkungan yang nyaman dan aman akan membuat Otak Reptil prospek lebih santai (melonggarkan sikap waspadanya) dan dengan demikian resistensi pun berkurang.

2. Fokuslah pada proses mencari solusi atas permasalahan prospek. Banyak salesperson yang melakukan kesalahan dengan banyak bercerita tentang kehebatan produk dan perusahaan yang diwakilinya. Informasi tersebut sama sekali tidak akan menarik bagi Otak Reptil prospek karena Otak Reptil hanya tertarik pada masalah yang sedang dihadapi dan solusi yang ditawarkan.

3. Berikan penekanan pada “manfaat” yang bisa diperoleh oleh prospek dari produk yang ditawarkan, bukan pada “fitur dan keunggulan” produk. Artinya. Otak Reptil prospek hanya tertarik pada hal-hal yang berhubungan dengan dirinya sendiri, dan dalam sebuah proses selling, yang menarik bagi Otak Reptil prospek adalah manfaat yang bisa didapat dengan membeli produk Anda. Fitur dan keunggulan sebuah produk hanya memiliki arti bagi neokorteks, yang tugasnya untuk menganalisa dan mempertimbangkan beberapa pilihan solusi yang diberikan, sedangkan yang memutuskan adalah Otak Reptil prospek Anda.

Selamat menjual dan sukses!!

Like(1) Dislike(0)     
Reply      
2016-03-16 09:16:53
1 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

Selamat pagi Bu Arbania saya mau tanya, saya tipe orang yang tidak mudah keluar dari zona nyaman saya dan tidak suka mengambil resiko, apakah yang lebih baik berkarier di perusahaan yang belum mapan / baru berkembang tapi jenjang kariernya bagus namun management'nya belum terlalu baik atau berkarier di perusahaan besar yang sudah mapan dan bagus management'nya tapi jenjang kariernya kurang bagus bagi saya dan menuntut kemampuan extra melebihi diperusahaan yg sedang berkembang tadi?sedangkan di perusahaan yg sedang berkembang tersebut tidak ada jaminan untuk bisa menjadi pegawai tetap, namun susah juga untuk lolos seleksi di perusahaan besar yg sudah mapan. Mohon sarannya :) Trimakasih
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-05-11 15:56:20

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Nisa

JIka Anda adalah tipe orang yang susah keluar dari zona nyaman, sebaiknya Anda memilih tempat yang managementnya sudah baik karena perusahaan yang managementnya bagus tidak akan mudah berubah. Selain itu, Anda juga butuh tempat yang dapat memberi Anda jaminan stabilitas dan kontrak kerja yang pasti.

Untuk lolos di perusahaan besar, berikut adalah tips yang bisa Anda ikuti,

1. Cari Informasi Profil Perusahaan

Hal ini mutlak harus kamu lakukan saat ingin bekerja di sebuah perusahaan. Kamu wajib mencari informasi sebanyak mungkin tentang profil perusahaan. Informasi tersebut dapat kamu jadikan senjata untuk menjawab setiap pertanyaan saat wawancara.

Perusahaan yang sudah ternama biasanya memasang info di internet sehingga kamu lebih mudah mengenalinya. Namun, kalau mereka tidak mempunyai situs khusus, cobalah mencari info dari alumni atau kenalan yang bekerja di sana.

2. Penampilan Sempurna

Tips berikutnya yakni penampilan kamu harus rapi dan menarik. Saat menghadiri panggilan wawancara, pakailah pakaian formal. Jangan gunakan celana jeans, kaos oblong atau sandal jepit. Upayakan memakai pakaian resmi dan sepatu.

Penampilan kamu ketika wawancara juga menjadi penilaian utama bagi pihak perusahaan. Namun, ada beberapa perusahaan yang tidak mewajibkan calon karyawannya memakai pakaian resmi, seperti perusahaan penerbitan buku dan media cetak.

3. Menjawab Pertanyaan Dengan Cepat

Pasang telinga dan fokuslah saat wawancara. Saat pihak pewawancara melontarkan pertanyaan, jawablah secepat mungkin. Jangan lebih dari 5 detik.

Ketika kamu dapat memberikan respon dengan cepat, perusahaan akan menilai kamu sebagai seseorang yang berpikir cepat dan tangkas. Sebaliknya, tatkala kamu menjawab pertanyaan dalam waktu lama, itu akan mengurangi poin penilaian kamu.

4. Memberikan Jawaban Cerdas

Kecepatan dalam berpikir harus kamu imbangi dengan wawasan yang luas sehingga kamu bisa memberikan jawaban cerdas. Jangan asal jawab cepat tapi ternyata jawabanmu biasa-biasa saja.

Jawaban yang cerdas hanya akan muncul ketika kamu punya pengetahuan yang luas. Jadi, banyak-banyaklah membaca buku, koran dan menyaksikan berita di televisi untuk memperluas pengetahuan dan wawasan kamu.

5. Selalu Melakukan Kontak Mata

Kontak mata turut menentukan kesuksesan kamu dalam wawancara kerja. Saat diwawancarai, upayakan tidak mengalihkan mata ke pandangan lain selain pewawancara. Kontak mata yang terjaga menandakan konsistensi dan komitmen kamu nantinya.

6. Percaya Diri

Sudah siap penampilan dan pengetahuan luas saja tidak cukup, kamu harus percaya diri. Yakin bahwa kamu bisa menghadapi semua tantangan di depanmu. Jika kamu percaya diri, para pewawancara akan menangkap aura positif dari kamu.

Namun, ingat, jangan terlalu percaya diri. Kepercayaan diri yang berlebihan justru membuat pihak perusahaan enggan melirik kamu menjadi karyawannya. Kamu akan terlihat seperti sombong dibandingkan dengan percaya diri.

7. Ajukan Pertanyaan Setelah Wawancara

Ketika di akhir wawancara, biasanya pewawancara akan mempersilakan kamu untuk bertanya. Jika yang terjadi demikian, ajukanlah pertanyaan yang berbobot. Dengan demikian, perusahaan akan menilai kamu sangat ingin bergabung dan bekerja di sana.

Jangan lupa mengucapkan terima kasih setelah selesai wawancara. Meskipun kamu belum tentu diterima bekerja di sana, tetap ucapkan terima kasih atas kesempatan yang mereka berikan pada kamu.

Sukses untuk Anda !!

Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-03-14 04:15:51
1 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

Halo bu saya ingin bertanya. Sebetulnya saya punya passion terhadap operasional perusahaan, begitu banyak ide-ide yang ingin saya terapkan pada dunia kerja yang sebetulnya. Tapi di sisi lain saya tidak begitu optimis dikarenakan tidak adanya pengalaman dalam menjalankan operasional suatu perusahaan. Sedangkan mayoritas perusahaan ingin merekrut seorang manager operasional yang tentunya berpengalaman. Pertanyaannya bagaimana saya harus mengahadapi situasi seperti ini? Terimakasih.
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-05-11 16:04:00

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Candra

Segala sesuatu itu ada awalnya. Jika di awal Anda sudah tidak percaya diri, maka Anda tidak akan pernah kemana-mana. Kepercayaan diri adalah modal dasar dalam bekerja. Kita tidak akan pernah tahu sebelum mencoba. Yang perlu Anda lakukan hanyalah berani untuk mencoba. Gagal adalah hal yang biasa. Terlepas dari situasi yang membuat anda mengalami krisis percaya diri, anda bisa membantu diri anda sendiri dengan berpegang pada standar yang anda miliki. Orang lain memiliki nilai yang berbeda dengan anda, dan sekeras apa pun anda mencoba, anda tidak pernah bisa memuaskan semua orang setiap saat. Bertahanlah pada standar yang anda miliki, bukan pada standar yang dimiliki orang lain. Ingatlah nilai-nilai dan standar-standar yang dimiliki umumnya berbeda dalam masyarakat; anda tidak harus menerima nilai dan standar tersebut hanya karena orang-orang di sekitar anda menerimanya.

Jika anda tidak yakin dengan apa yang harus anda lakukan, temukan satu langkah sederhana yang bisa membantu anda untuk terus maju. Hal ini mungkin saja bisa dilakukan dengan melakukan kontak mata pada sebuah pesta, memperkenalkan diri anda pada orang asing, memecahkan kebekuan dalam sebuah rapat, atau menanyakan orang yang mewawancarai anda untuk menunjukkan pengetahuan anda terhadap industri dan perusahaan mereka.

Mulailah bertindak meskipun anda tidak memiliki gambaran yang jelas mengenai apa yang seharusnya anda lakukan. Bergeraklah menuju sasaran anda. Koreksi diri anda di lain kesempatan.

Sukses untuk Anda !!

 

Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-03-11 22:51:39
1 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

selamat malam, saya masuk kedalam tahap berikutnya didalam tes masuk di sebuah stasiun TV swasata ternama d Indonsesia, namun tahapan ini adalah menanyakan isu apa yang terkait pelanggaran penyiaran yang terkait terapi Psikologi yang melanggar kode etik psikolog namun biasa ditayangkan diTV, mengapa hal ini saya tanyakan karena saya berusaha untuk mencarinya namun saya tidak dapat. mohon pencerahanya. terimakasih
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-05-11 16:07:13

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Lia

Kalau boleh saya tahu, Anda direkrut untuk posisi apa ? karena ini berpengaruh dengan tipe pertanyaan yang diberikan pada saat interview. Thanks

Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-03-09 11:46:59
1 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

bu, bagaimana apa saja sih yang biasanya pertanyaan interview saat ikut tes dan apa saja jawabannya soalnya saya selalu gagal dalam mengikuti tes interview....?
Like(1) Dislike(0)     
Reply      
2016-05-11 16:10:31

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Anton

Berikut adalah contoh pertanyaan interview dan contoh jawaban yang bisa Anda berikan

A. Pertanyaan tentang data pribadi

Pertanyaan tentang data pribadi biasanya digunakan untuk membuka percakapan dan mencairkan suasana wawancara kerja yang tegang. Meskipun sebagai pertanyaan pembuka dan bersifat umum, Anda tetap harus antusias menjawabnya sehingga pewawancara tertarik kepada Anda.

1. Ceritakan tentang diri Anda?

Kandidat: “Nama saya Faisal Setiawan. Saya alumni Ilmu Komputer dari Universitas Indonesia. Sekarang ini saya bekerja di PT Maju Mundur sebagai teknisi jaringan. Saya bekerja di perusahaan tersebut sejak Januari 2013.”

2. Mengapa Anda memilih jurusan Ilmu Koputer?

Kandidat: “Saya menyadari bahwa saya menyenangi komputer sejak sekolah dasar. Dengan kuliah di jurusan Ilmu Komputer, saya menambah wawasan dan pengetahuan saya tentang komputer. Selain itu, saya belajar di jurusan tersebut dengan menyenangkan karena topiknya sesuai dengan minat dan kesenangan saya.”

3. Bagaimana cara Anda membayar kuliah Anda?

Kandidat: “Sebagian besar kuliah saya dibiayai orang tua saya. Namun, saya juga berusaha meringankan beban orang tua dengan bekerja sebagai paruh waktu di sebuah percetakan kaos dekat tempat tinggal saya.”

4. Apakah Anda memiliki rencana melanjutkan pendidikan?

Kandidat: “Ya, rencananya 3 tahun mendatang. Hal ini karena saya kuliah D3 sehingga saya ingin meneruskan ke jenjang S1. Dengan kuliah di S1, wawasan dan pengetahuan saya akan meningkat sehingga saya bisa berkarier dengan lebih baik di masa mendatang.”

5. Selain pendidikan formal, apakah Anda memiliki keterampilan lain?

Kandidat: “Ya. Saat kuliah saya mengikuti kursus bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Selain itu, saya pernah juga mengikuti pelatihan kepemimpinan selama seminggu yang dilaksanakan himpunan mahasiswa universitas saya, dan mampu mengoperasikan komputer dengan berbagai program, seperti MS Words, MS Excell, MS Power Point, Photoshop, dan MS Access.”

6. Apa makna pekerjaan buat Anda?

Kandidat: “Bagi saya, pekerjaan bukan semata-mata mencari uang. Namun, bagaimana saya bisa melakukan yang terbaik sehingga berkontribusi bagi kemajuan perusahaan.”

B. Pertanyaan tentang pengalaman dan keterampilan

Pertanyaan tentang pengalaman dan keterampilan ditujukan untuk mengetahui tujuan karier Anda, bagaimana cara Anda bekerja, loyalitas Anda, bagaimana Anda menghadapi suatu masalah pekerjaan, dan berapa besar kontribusi yang akan Anda berikan kepada perusahaan. Dari jawaban yang Anda berikan, pewawancara kerja dapat menilai apakah Anda kandidat terbaik atau bukan untuk posisi yang Anda lamar.

7. Apa kelebihan dan kekurangan Anda?

Kandidat: “Kelebihan saya adalah jujur, cepat belajar, dan pekerja keras. Sementara itu, kelemahan saya adalah suka lupa. Namun, saya berusaha mengatasi kelemahan ini dengan mencatat hal-hal penting terkait pekerjaan di buku saku saya.”

8. Apakah Anda memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja?

Kandidat: “Ya. Saya pikir hubungan saya dengan semua rekan kerja saya berjalan dengan baik. Memang pernah saya memiliki masalah dengan seorang rekan kerja terkait pembagian tanggung jawab, namun kami menyelesaikannya dengan cara berdiskusi bersama sehingga kami memiliki tanggung jawab masing-masing yang jelas.”

9. Apakah Anda lebih senang bekerja sorang diri atau dalam tim?

Kandidat: “Bergantung pada pekerjaan yang harus saya selesaikan. Meskipun saya lebih senang bekerja sendiri, saya dapat bekerja dalam tim.”

10. Jika Anda diharuskan bekerja di dalam tim, posisi apa yang akan Anda pilih?

Kandidat: “Saya lebih suka menjadi seorang konseptor. Dengan begitu, saya bisa merencanakan langkah-langkah yang harus diambil, membuat daftar sumber daya yang diperlukan, mengindentifikasi hambatan, dan membuat ukuran kesuksesan suatu projek.”

11. Bisakah Anda bekerja di bawah tekanan?

Kandidat: “Ya. Selama ini bisa mengatasi tekanan pekerjaan saya. Selain itu, saya pikir tekanan bisa memberikan hasil yang positif bagi saya karena saya bisa mengeluarkan potensi, inisiatif, dan keterampilan saya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.”

12. Bagaimana sikap Anda terhadap kritik yang ditujukan kepada Anda?

Kandidat: “Dalam pemahaman saya, manusia pada umumnya tidak suka dikritik secara sembarangan. Secara pribadi, saya menerima kritik yang ditujukan kepada saya. Jika kritik itu baik dan membangun, saya akan dengan senang hati melaksanakannya demi memperbaiki diri sendiri. Jika sebaliknya, saya akan mengabaikannya.”

13. Menurut Anda, orang seperti apakah yang sulit diajak kerja sama?

Kandidat: “ Menurut saya, orang yang sulit diajak bekerja sama adalah orang yang tidak suka bekerja keras, suka melanggar aturan, banyak mengeluh, tidak memperhatikan kualitas pekerjaan, dan suka menjelek-jelekkan orang lain.”

14. Apabila bawahan Anda melakukan kesalahan, apa yang Anda lakukan?

Kandidat: “Tidak ada orang yang sempurna. Saya akan memeriksa apa yang sebenarnya terjadi, mencari kerusakan akibat kesalahan tersebut, dan mencari penyebabnya. Setelah itu, saya menentukan tindakan perbaikan dan pencegahan agar kesalahan serupa tidak terjadi di kemudian hari. Saya juga akan memberi kesempatan kepada bawahan bersangkutan untuk memperbaiki kinerjanya.”

15. Apa yang akan Anda lakukan bila bawahan Anda mengeluhkan masalah pribadi mereka?

Kandidat: “Saya akan menerima mereka di ruangan saya dan membiarkan mereka menceritakan masalah pribadinya. Jika diminta, saya akan mengajukan beberapa saran untuk masalah tersebut. Dari pengalaman saya, mereka pada umumnya hanya butuh seorang pendengar yang akan mendengarkan masalah mereka tanpa mengadilinya.”

16. Apa yang akan Anda lakukan ketika menghadapai masalah besar dalam pekerjaan?

Kandidat: “Saya akan mencari akar masalah tersebut guna mendapatkan solusi yang tepat. Setelah itu, saya akan menjalankan solusi tersebut dalam rangka perbaikan. Sejalan dengan tindakan perbaikan tersebut, saya juga akan menetapkan tindakan pencegahan gara masalah tersebut tidak terjadi lagi.”

17. Mengapa Anda pindah kerja dari perusahaan sebelumnya?

Kandidat: “Saya ingin pekerjaan yang lebih menantang, dan saya kira perusahaan ini dapat memenuhi keinginan saya tersebut.”

18. Apa halangan tersulit yang Anda temukan pada pekerjaan sebelumnya?

Kandidat: “Halangan tersulit saya di pekerjaan tersebut adalah jam kerja yang tidak teratur. Terkadang saya bekerja di pagi hari dan di malam hari.”

19. Apakah Anda pernah bolos bekerja?

Kandidat: “Sepanjang yang saya ingat, saya tidak pernah melakukannya. Jika ada keadaan darurat yang membuat saya tidak bisa masuk kerja, saya langsung memberitahukan hal tersebut kepada atasan saya.”

20. Apakah Anda bersedia bekerja lembur?

Kandidat: “Ya, saya bersedia. Itu tidak masalah bagi saya.”

21. Apa yang membuat Anda tertarik bekerja di perusahaan kami?

Kandidat: “Perusahaan ini menawarkan pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman dan pendidikan saya. Dengan demikian, saya dapat berkontribusi dalam memajukan perusahaan ini.”

22. Seberapa baik Anda mengenal perusahaan kami?

Kandidat: “Saya cukup mengenal perusahaan ini karena banyak teman yang membicarakan dan menggunakan produknya. Selain itu, saya juga melihat iklan perusahaan ini di media massa ternama.”

23. Menurut Anda, apa yang membuat perusahaan kami berbeda dengan perusahaan sejenis lainnya?

Kandidat: “Sepanjang yang saya tahu, perusahaan ini menghasilkan produk yang berkualitas. Selain itu, fasilitas yang diberikan kepada karyawannya juga lebih baik daripada perusahaan lain.”

24. Jelaskan rencana Anda untuk lima tahun ke depan?

Kandidat: “ Jika saya diterima bekerja di sini, dalam lima tahun ke depan saya ingin menjadi supervisor. Oleh karena itu, saya akan mempelajari dan memahami ruang lingkup kerja dan tanggung jawab posisi tersebut. Setelah itu, saya akan berusaha keras memenuhi apa yang disyaratkan untuk menjadi seorang supervisor di perusahaan ini.”

25. Apakah Anda siap menerima tanggung jawab yang lebih besar?

Kandidat: “Ya, saya siap. Dalam pandangan saya, saya harus siap menerima tanggung jawab yang besar dan posisi yang lebih tinggi guna mencapai karier yang diinginkan. Dengan cara tersebut, saya dapat memacu diri sendiri sehingga menjadi lebih baik.”

26. Lingkungan kerja seperti apa yang Anda sukai?

Kandidat: “Saya suka bekerja dalam lingkungan yang adil atau segela sesuatunya transparan. Prosedur opersional standar (SOP) jelas, begitu juga dengan perkembangan karier. Hukuman dan penghargaan diberlakukan dengan objektif. Selain itu, saya juga senang bekerja dengan rekan-rekan yang optimistis dan bersemangat.

27. Apakah Anda bersedia ditempatkan di luar kota?

Kandidat: “Ya, saya bersedia. Bekerja di perusahaan ini berarti saya harus siap menerima keputusan dan kebijakan yang berlaku.”

C. Pertanyaan seputar gaji

Pertanyaan seputar gaji biasanya ditanyakan pada akhir wawancara kerja. Jumlah pertanyaannya tidak banyak, namun berfokus pada berapa besar gaji yang Anda minta (lihat 5 tips negosiasi gaji).

28. Berapa gaji Anda sekarang?

Kandidat: “Gaji pokok saya sekarang Rp 4 juta. Ditambah tunjangan dan bonus bulanan, total gaji saya adalah Rp 5 juta.”

29. Berapa gaji yang Anda harapkan untuk posisi ini?

Kandidat: “Saya berharap memperoleh gaji sebesar Rp 8 juta.”

30. Kami tidak dapat memenuhi permintaan gaji Anda. Seberapa banyak Anda bisa menurunkan permintaan gaji tersebut?

Kandidat: “Bagaimana kalau Rp 7 juta?”

Sukses untuk Anda !!

Like(1) Dislike(0)     
Reply      
2016-02-22 09:22:29
0 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

Selamat pagi saya ingin bertanya mengenai karir, Saya punya background yang berbeda dengan kerjaan saya yang sekarang. Saya sudah bekerja dibidang sales engineer selama sekitar 2 tahun lebih sementara background saya adalah pertanian. Saya merasa cenderung kurang maksimal dalam pekerjaan karena merasa kurang cocok dengan pekerjaan yang sekarang baik dalam hal pekerjaannya yang sangat teknikal dimana bekal saya adalah pertanian yang cenderung ingin ada diperusahaan FMCG, saya sudah berusaha terus melamar ke perusahaan FMCG tapi saat ini belum ada yang diterima. Sementara di perusahaan (kontraktor) saya sekarang hampir bisa dipastikan karir saya bakal mandek di staff marketing/sales engineer saja karena background saya yang bukan lulusan teknik. Mohon dapat diberikan masukan langkah2 seperti apa yang harus saya lakukan agar saya bisa pindah ke pekerjaan yang sesuai dengan passion dan background pendidikan saya. Alasan saya bekerja ditempat saya yang sekarang karena dlu kepepet dan sedikit ada paksaan dari keluarga untuk menerimanya. Terima kasih...
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-02-16 12:06:36
0 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

saya tipe orang yang tidak mudah keluar dari zona nyaman saya dan tidak suka mengambil resiko, apakah yang lebih baik berkarier di perusahaan yang belum mapan / baru berkembang tapi jenjang kariernya bagus namun management'nya belum terlalu baik atau berkarier di perusahaan besar yang sudah mapan dan bagus management'nya tapi jenjang kariernya kurang bagus bagi saya dan menuntut kemampuan extra melebihi diperusahaan yg sedang berkembang tadi?sedangkan di perusahaan yg sedang berkembang tersebut tidak ada jaminan untuk bisa menjadi pegawai tetap, namun susah juga untuk lolos seleksi di perusahaan besar yg sudah mapan. Mohon sarannya :) Trimakasih
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-02-03 12:51:36
1 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

Selamat siang ibu Psikolog, apabila saya ingin mengetahui sifat dasar, kelebihan dan kelemahan saya, apakah bisa langsung konsultasi ke tempat? Mohon diberikan alamatnya. Terima kasih.
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-02-10 12:51:14

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Lola Lita

Iya, silahkan bisa langsung menghubungi saya. Kontak saya dapat diminta pada admin. Apakah ada yang lain yang ingin ditanyakan ?

 

Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-02-02 21:44:26
1 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

Selamat malam Ibu Arbania, Perkenalkan saya seorang wanita berumur 24 tahun lulusan S1 teknik informatika, saat ini bekerja di dunia penyedia layanan media hiburan (hampir satu tahun), saat ini saya masih mencari harus kemana saya selanjutnya? banyak yang menyarankan saya agar tidak berada lingkungan kerja itu saja dalam waktu yang lama (berpindah kerja), sedangkan saya masih belum tahu ingin kemana (saya tertarik kerja lapangan dan saya tertarik dengan dunia web design dan seni). boleh saya minta pendapatnya? dan berapa lama ideal nya saya untuk bertahan disatu tempat kerja (sebelum mencari pengalaman di tempat lain)? terimakasih
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-02-10 13:03:16

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Dinna Kharina

 

Kalau boleh tahu, bidang hiburannya itu apa biar saya bisa menjawa lebih pas.

Sebenarnya bertahan di tempat kerja dalam waktu yang lama tidak menjadi masalah selama memang kita sudah menemukan tempat yang memenuhi semua kebutuhan kita di semua level sebagaimana digambarkan oleh Maslow bahwa kebutuhan manusia itu seperti piramida, dimulai dari kebutuhan fisiologis. Tujuan kita bekerja nomor 1 ini dulu kan ? kalau ini sudah terpenuhi baru melangkah ke tahap dua kebutuhan rasa aman dalam bekerja. Berikutnya adalah kebutuhan untuk dicintai, ke empat pemenuhan rasa percaya diri, dan terakhir adalah aktualisasi diri.

Coba Dinna evaluasi, apakah tempat kerja yang sekarang sudah memenuhi lima kebutuhan tersebut, minimal sampai level 2, kalau sudah, coba bertahan sampai 3 tahun. Karena HR biasanya tidak akan suka "kutu loncat". Sebaiknya minimal 3 tahun kita berada di suatu tempat. Kalau sudah memperoleh 5 hal di tempat kerja tersebut, kenapa harus pindah ?

Bagaimana menurut pendapat Dinna ?

Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-02-01 15:15:08
1 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

bagaimana cara mengatasi gugup bicara didepan publik...pernah suara dan kaki sampai gemetaran
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-02-10 13:06:44

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Arif Witjaksono

Untuk tipsnya bisa dilihat di jawaban saya untuk saudara Erwin ya..

Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-02-01 10:48:28
4 Komentar

wati galung

saya .. sudah melewati tahap " interview ..tunggu seminggu hasil perusahaan yang bermateri " penyaluran staff bermateri . pelik !. belum terima juga saat ini perusahaan online staff pencarian di atas 31 th. lihat lah pelik ... pilu 2 tahun dekade ampe thn ini patah .. belum terima pasti untuk panggilan . status ga putus GBU for my pray . amin
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-02-10 13:19:55

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Wati Galung

Dalam mencari kerja memang harus terus menerus tangguh dan sabar serta tidak lupa berdoa. Tips yang bisa s

Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-02-10 13:25:55

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Wati Galung

Dalam mencari kerja memang harus terus menerus tangguh dan sabar serta tidak lupa berdoa. Tips

Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-02-10 13:42:35

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Wati Galung

Dalam mencari kerja memang harus terus menerus tangguh dan sabar serta tidak lupa

Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-02-10 14:15:07

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Wati Galung

Dalam mencari kerja memang harus terus menerus tangguh dan sabar serta tidak lupa berdoa.

Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-01-26 08:48:10
1 Komentar

diana amelianda

pagi, saya mau nanya cara supaya dapet JOB TRAINING atau dapat nilai bagus saat kita melakukan PKL di travel gimana? dan cara supaya kita aktif, dan menguntungkan travel itu sendiri
Like(1) Dislike(0)     
Reply      
2016-01-26 21:27:47

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Diana

Untuk mendapat nilai bagus atau job training pada saat melakukan PKL di travel, tipsnya adalah

1. Miliki wawasan yang luas tentang dunia traveling, seperti mengetahui budaya suatu tempat wisata, kuliner khas, tempat-tempat menarik untuk dikunjungi, akan ada nilai plus lagi jika Diana sedikit menguasai bahasa di tempat wisata tersebut.

2. Jadilah personal yang humble dan ramah karena kunci sukses untuk bekerja dibidang traveling adalah kepribadian yang menyenangkan. Ceria dan murah senyum dan yang paling penting menjadi genuine atau tulus.

3. Penuhilah semua tugas yang diberikan oleh supervisor yang mengawasi Diana. Jangan lupa agar sopan santun dipelihara.

4. Jadilah proaktif, jangan menunggu di berikan tugas baru bekerja. Jika Diana sudah selesai mengerjakan tugas Diana, tanyalah kepada supervisor Diana apakah masih ada hal yang bisa dibantu.

5. JIka diperlukan, mintalah feedback dari supervisor Diana mengenai kinerja Diana selama menjalani Job Training atau PKL dan langsung lakukan perubahan jika ada kinerja Diana yang masih belum memenuhi standar kerja.

Good Luck Diana

 

 

Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-01-25 20:23:57
1 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

Dear Ibu Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met, Kenapa sih setiap saya interview selalu saja masih disuruh nunggu kabar lagi max 2 minggu? apakah itu bentuk penolakan secara halus karena hasil wawancara yang buruk? Terima kasih
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-01-26 21:31:54

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Fedrik

 

Dalam standar Interview, setiap perusahaan memang memiliki jadwal tertentu untuk memberikan informasi kepada kandidat. Mengapa begitu ? karena mereka memiliki beberapa kandidat untuk dibandingkan. Dan biasanya mereka masih mau melihat kandidat lain sebagai bahan pertimbangan untuk menerima siapa yang paling sesuai untuk posisi tersebut. Jadi itu bukan berarti hasil wawancara Fredrik buruk. Untuk tips berhasil dalam interview Fredrik bisa melihat jawaban saya di bagian bawah pada pertanyataan peserta lain.

Salam sukses selalu !

Like(1) Dislike(0)     
Reply      
2016-01-25 09:21:19
1 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

dear ibu Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met melihat orang lain percaya diri, sepertinya nyaman sekali dalam melakukan segala hal, saya sangat ingin sekali seperti itu bu, bagaimana cara yang tepat untuk menghilangkan rasa gerogi dan minder ? mohon pencerahannya bu, saya ingin sekali mengembangkan diri saya.
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-01-26 21:56:59

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Erwin

Setiap manusia dianugerahi Tuhan potensi masing-masing. Setiap orang pasti memiliki kelebihan masing-masing. Nah, ini yang harus Erwin cari. Bagaimana mengetahui kelebihan dan potensi Erwin, ada beberapa tips yang bisa dilakukan.

1. Ikutilah tes potensi dan bakat. Saya seringkali memberikan beberapa tes kepada karyawan saya dan memberi tahukan apa yang menjadi potensi mereka. Erwin bisa mencari lembaga psikologi seperti lembaga psikologi terapan UI yang bisa memberi feedback mengenai potensi Erwin sehingga Erwin bisa melihat kelebihan diri pribadi dan dapat membangkitkan kepercayan diri.

2. Ada beberapa teknik latihan yang sangat bisa membantu seperti teknik yoga dan pernafasan. Erwin bisa mencari beberapa tempat yang bisa membantu Erwin membangun motivasi dalam diri. Salah satu tempat yang bisa saya sarankan adalah di tempat pelatihan yang bisa membantu Erwin untuk memberdaya diri. Erwin bisa mencari melalui internet dengan key word seni memberdaya diri.

3. Banyak-banyak membaca buku yang bisa memberikan inspirasi buat Erwin. Carilah buku yang sekiranya Erwin minati dan bahasanya simple. Membaca akan membuka wawasan dan membuat kita menjadi kaya. Targetkan untuk bisa membaca sehari minimal 40 menit.

4. Lakukan afirmasi kepada diri sendiri. Afirmasi adalah sebuah bentuk pernyataan kepada diri untuk memotivasi diri sendiri. Setiap pagi, setelah mandi, bisa dilakukan menghadap ke cermin, lalu mengucapkan : " Aku berharga, aku percaya diri, aku bisa" ucapkan hal tersebut dengan penuh keyakinan sebanyak 9 kali tiap hari. Dengan kekuatan keyakinan, ditambah sikap hidup yang sudah berubah seperti rajin membaca, saya yakin Erwin pasti bisa mengembangkan diri.

Salam Sukses !

 

 

Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-01-25 00:13:34
1 Komentar

fandi kurniawan

Selamat malam, Dear Bu Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met ," Bu saya mempunyai Ide untuk membangun portal berita Online, bahkan sudah saya selesai untuk membangun web tersebut, saya bangun portal tersebut ingin memfasilitasi para mahasiswa jurusan jurnalistik kususnya, agar mahasiswa jurnalistik dapat mempratikkan ilmu yabg didapkan langsung di lapangan sehingga mahasiswa ketiak menyelesaikan studinya telah mempunyai pengalaman, karya dan portofolio jurnalis, niat saya ingin bekerjasama dengan dibeberpa lembaga pedidikan dan universitas khususnya sumatera yang notabennya mempunyai mempunyai jurusan tersebut, namun yang saya bingungkan disini, saya tidak mempunyai dana sedikitpun untuk memberikan perlatihan workshop di beberapa universitas, apa yang saya harus lakukan untuk itu Bu? Terimkasih
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-01-26 22:01:55

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Fandi

Melakukan sesuatu tidak perlu menggunakan selalu menggunakan dana. Banyak sekali kisah inspiratif yang bisa kita baca di internet bagaimana seseorang bisa membangun cita-citanya tanpa dana. Lakukan dulu hal yang paling bisa Fandi kerjakan, misalnya membuat tutorial online, lalu di upload ke youtube. Untuk mempublikasikannya bisa dengan menggunakan social media seperti twitter. Dengan cara seperti itu, Fandi sudah bisa berbagi. Intinya, seribu langkah ke depan dimulai dari satu langkah kecil.

Salam Sukses !

Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-01-24 18:28:37
2 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

Salam, Saya adalah fresh graduate yg baru saja lulus dari bangku kuliah dan selama ini saya memiliki problem ketika saya harus melakukan presentasi atau berbicara di depan umum, ketika semua mata dan perhatian tertuju kepada saya, tiba tiba saya merasa sangat nervous dan kemudian membuat saya berkeringat dingin, pertanyaan saya adalah bagaimana cara yang efektif untuk dapat mengatasi problem saya tersebut ? Mengingat berbicara di.depan umum dan melakukan presentasi adalah hal yang sangat penting ketika memasuki dunia pekerjaan Terimakasih
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-01-26 22:27:06

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Trinanda

Untuk menghindari grogi di depan umum pada saat presentasi ada beberapa tips yang bisa dilakukan,

1. Kuasai materi presentasi yang akan diberikan.

2. Latihlah bahan presentasi yang akan dibawakan, bisa dengan meminta tolong teman atau saudara Anda, atau bisa berlatih di depan cermin.

3. Sebelum presentasi, persiapkan diri dengan baik, datang paling lambat 1 jam sebelumnya untuk mempersiapkan segala hal yang harus Anda presentasikan.

4. Ambil waktu 5 - 10 menit sebelum presentasi untuk rileksasi. Bisa dengan duduk diam, sambil menarik dan membuang nafas panjang sembari menutup mata, bisa dibantu dengan musik relaksasi.

5. Jam terbang. Jangan khawatir, semakin sering Anda melakukan presentasi, lama kelamaan kepercayaan diri Anda akan terbangun.

Salam Sukses !

Like(1) Dislike(0)     
Reply      
2016-01-26 22:52:15

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

@Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met terimakash atas sarannya bu arbania, saya akan mencoba saran dari ibu dan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih percaya diri
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-01-19 11:29:01
1 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

Selamat siang, Saya mau bertanya, bagaimanakan cara mengendalikan emosi diri ketika saya sedang dalam kondisi tekanan di kantor atau di keluarga yang pada akhirnya terbawa semua di kantor. Saya minta sarannya yah....
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-01-26 22:19:27

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Ones

Sebelum kita berbicara bagaimana mengelola emosi, kita harus cari tahu terlebih dahulu apa yang membuat kita menjadi tertekan dalam pekerjaan. Kita harus mencari akar penyebab yang membuat kita menjadi emosi. Akar penyebab emosi ini biasa disebut sebagai stressor. Dalam dunia kerja, stressor yang membuat kita menghadapi tekanan paling besar paling banyak disebabkan oleh ketidakmampuan karyawan dalam melakukan manajemen waktu dan membuat prioritas kerja. Jenis pekerjaan itu dibagi 4 kwadran yakni

1. Penting dan mendesak

2. Penting namun tidak mendesak

3. Tidak penting namun mendesak

4. Tidak penting dan tidak mendesak

Kebanyakan karyawan terjebak dalam kwadran 1 dimana semua pekerjaan akhirnya masuk di kwadran 1. Hal itulah yang membuat kita menjadi tertekan sehingga akhirnya kita mudah menjadi emosi. Oleh karenanya butuh keterampilan dalam mengelola prioritas kerja. Berikut tips untuk mengatur prioritas kerja.

1.Lakukan survei waktu pribadi. Cari tahulah level energi Anda. Di jam berapa Anda merasa paling berenergi tinggi, lakukanlah kerjaan yang paling mendesak tenggat waktunya di jam tersebut.

2.Perhatikan jadwal harian. Buatlah jadwal harian apa yang harus Anda lakukan hari itu dan tulislah prioritas di setiap jenis pekerjaan itu, apakah ada di kwadran 1, 2, 3 atau 4. Lalu lakukanlah urutan kerjaan seperti prioritas yang sudah Anda tetapkan.

3.Jangan menjadi perfeksionis. Sikap ini akan memmbuat Anda jadi berkutat pada 1 pekerjaan saja.

4.Belajarlah untuk mengatakan tidak. Pada saat Anda menghadapi deadline pekerjaan, hindarilah hal-hal yang mengganggu perhatian Anda misalnya teman kerja yang mengajak Anda mengobrol di luar konteks kerjaan atau meminta Anda melakukan pekerjaan lain yang sebenarnya bukan prioritas saat itu.

5.Belajar untuk menentukan prioritas.

6.Gabungkan sejumlah aktifitas. Mungkin ada kerjaan yang bisa Anda satukan, inilah gunanya Anda mencatat apa saja yang harus Anda kerjakan.

7.Adaptasi diri !

Jika Anda dapat mengurangi stressor ini, hal yang dapat memicu Anda akan dapat Anda kurangi sehingga bisa mengelola emosi lebih efektif.

 

Salam Sukses !

Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-01-08 09:21:38
1 Komentar

suherman

saya mau bertanya cara menghilangkan grogi saat interview..pasti terbata-bata dan lupa.gimana cara menanganinya bu terimakasih
Like(1) Dislike(0)     
Reply      
2016-01-12 11:37:57

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Suherman

Grogi saat interview itu adalah sangat wajar, tips untuk menghilangkan grogi

1. Kuasai jenis pekerjaan yang sedang Anda lamar, cari bahan bacaan, browsing informasi, atau bertanya pada seseorang yang telah memiliki pengalaman terkait posisi yang Anda tuju. Memiliki sedikit pengetahuan tentang pekerjaan akan menambah rasa percaya diri Anda.

2. Miliki pengetahuan tentang perusahaan yang memanggil Anda untuk interview bisa melalui wesbite resmi atau bertanya kepada orang yang bekerja di tempat tersebut jika Anda memiliki kenalan di perusahaan itu. Jika perusahaan tidak memiliki website, carilah perusahaan lain yang sejenis dengan perusahaan tesebut untuk menambah wawasan.

3. Istirahat yang cukup sehari sebelum interview.

4. Pilihlah pakaian yang nyaman dan rapih. Pakaian yang nyaman juga akan membantu Anda untuk lebh santai.

5. Sebelum mulai interview, Anda boleh masuk ke toilet atau cari tempat yang sepi, Anda pejamkan mata, duduk dengan santai dan rileks, perhatikan napas yang masuk dan keluar sambil berdoa dengan sikap pasrah. Lakukan sekitar 5 - 10 menit. Hal ini akan membuat Anda lebih santai sehingga akan mengurangi grogi.

6. Saat melakukan interview dengarkan baik-baik pertanyaan interviewer, jika Anda merasa gugup jangan langsung jawab karena aka membuat Anda terbata-terbata, tarik napas panjang 2 - 3 kali sambil memikirkan jawaban yang tepat.

Good Luck !

 

 

 

Like(2) Dislike(0)     
Reply      
2015-12-19 18:23:25
1 Komentar

Yudi Prayuda

Dear Bu Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met, "Kelemahan yang tidak diperbolehkan dalam dunia kerja terutama dalam interpersonal skill" Tolong Bu bisa kah kasih contoh seperti pembahasan yang di atas serta cara mengatasinya ? Trim's :D
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2016-01-12 11:43:04

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Yudi Prayuda

Maksud dari kalimat itu adalah, kita harus menunjukkan bahwa kita mampu untuk bekerja dengan berbagai jenis orang dan bisa beradaptasi dengan baik karena dalam dunia kerja, keberhasilan seseorang itu 99 % ditentukan oleh karakter, 1 % oleh skill. Internpersonal skill adalah keterampilan yang sangat penting untuk mendukung keberhasilan kita dalam bekerja. Adapun definisi interpersonal skill adalah kecakapan atau keterampilan yang dimiliki oleh seseorang dalam hubungannya dengan orang lain, kecakapan atau keterampilan untuk berkomunikasi baik verbal maupun non verbal.

Like(1) Dislike(0)     
Reply      
2015-12-17 17:01:30
3 Komentar

Andre Cahya Kusuma

Tipsnya apa ?
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2015-12-19 18:15:57

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

HI, andre

Silahkan untuk membaca jawaban saya pada penanya sebelumnya.

Disitu banyak tips yang bisa di pelajari.

 

Sukses selalu

Like(1) Dislike(0)     
Reply      
2016-05-11 12:25:08

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

@Andre Cahya Kusuma terima kasih
Like(0) Dislike(1)     
Reply      
2016-05-11 12:26:12

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

kkkkkk
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2015-12-16 09:30:57
1 Komentar

Anonim (User memilih mode Sembunyikan Identitas)

Selamat pagi, saya ingin bertanya, ketika dalam sebuah interview apa tips yang bisa anda berikan? kemudian apakah kita menjadi diri sendiri apa adanya sesuai dengan sifat dan karakter kita atau kita mengikuti apa yang dibutuhkan oleh perusahaan itu?karena selama ini saya mengalami kegagalan dalam interview hrd, saya menilai kebanyakan dari mereka tidak melihat potensi yang ada dalam diri saya, mereka lebih menilai ke pengalaman nyata sedangkan saya masih minim pengalaman. Jujur saja saya mengakui ketika masa perkuliahan saya jarang aktif dalam kegiatan, saya menyibukkan diri dengan mengembangkan potensi diri saya secara mandiri, dengan membaca buku, banyak berpikir, lalu diskusi singkat dengan teman maupun dosen. Tetapi saya percaya dan meyakini saya memiliki potensi besar untuk bisa bekerja secara maksimal, karena saya sendiri adalah orang yang suka belajar, rasa ingin tahu yang tinggi, dan yang juga penting adalah saya seorang yang evaluatif artinya saya selalu mengevaluasi diri saya sendiri, melakukan refleksi tiap hari pada diri saya sendiri dan itu yang menurut saya tidak banyak dimiliki oleh orang lain. Hal yang saya lihat ketika interview adalah seprti itu, mereka tidak melihat dan belum mampu melihat potensi saya, padahal jika saya bisa diterima bekerja maka saya akan memberika kontribusi yang maksimal, penuh dengan ide-ide baru dan segar, dan selalu berusaha memberikan hasil yang maksimal. Mohon jawabannya. terima kasih.
Like(0) Dislike(0)     
Reply      
2015-12-18 19:09:06

Arbania Fitriani, S.Psi, M.Psi, CHT, Psy-Met

Dear Randy

Untuk lolos dalam sebuah pekerjaan yang sedang kita upayakan, interview hrd bukanlah satu-satunya penentu. Ada beberapa tahapan yang menjadi pertimbangan perusahaan dalam menerima seorang kandidat atau calon pekerja.  Yang pertama adalah cv, buatlah CV se deskriptif mungkin yang menjelaskan pengalaman dan peran Anda dalam pekerjaan atau jabatan tersebut. CV anda akan sangat berpengaruh apakah anda akan dipanggil pada tahapan selanjutnya. Tahapan berikutnya adalah tes kompetensi terkait bidang yang dilamar. Ada perusahaan yang menggunakan tes ini ada yang tidak. Jika perusahaan menggunakan tes kompetensi spesifik, maka tes ini memiliki bobot yang cukup tinggi untuk menjadi dasar anda diterima atau tidak yakni sebesar 40 %. Ada juga perusahaan yang menggunakan tes inteligensi untuk seleksi awal apabila kandidat pelamar sangat banyak sehingga tes ini digunakan untuk saringan awal. Tahapan yang paling penting bukanlah pada interview dengan HR melainkan dengan user. User adalah pimpinan departemen yang ingin merekrut Anda. Interview user ini bertujuan untuk melihat apakah Anda memiliki kompetensi yang dibutuhkan di departemennya. Tapi bagian yang paling penting adalah kemistri dengan user. Karena sepintar apapun Anda, jika user tidak merasa cocok dengan Anda maka biasanya Anda tidak akan diterima di perusahaan. Selanjutnya juka user setuju, barulah user akan meminta HRD untuk melakukan interview sebagai bahan pembanding. Biasanya ada perusahaan yang meminta HRDnya untuk interview sebelum user ada juga yang sebaliknya. Tes berikutnya biasanya adalah tes kesehatan. Ada pula perusahaan yang meminta referensi dan kemudian menghubungi referensi Anda untuk mengetahui informasi tentang Anda lebih dalam. Barulah tahap terakhir adalah negosiasi salary. Tahap ini pun Anda masih bisa gugur apabila proses negosiasi tidak berjalan sesuai dengan ketentuan pihak perusahaan dalam hal ini kandidat meminta salary yang diluar batas paket remunerasi pada level jabatan yang sedang kosong. Kandidat sah-sah saja nego gaji, tapi sebisa mungkin jangan lebih dari 1 persen di atas tawaran gaji karena biasanya HRD sudah mempertimbangkan gaji yang sudah ditawarkan.

Tips menjalankan proses rekrutmen secara keseluruhan

1. Persiapkan cv yang deskriptif dan menggambarkan peran Anda dalam pekerjaan tersebut.

2. Saat menjalani tes, istirahatlah dengan cukup sehari sebelum tes

3. Saat melakukan interview, pilihlah pakaian yang rapih, tidak terlalu banyak warna dan senada dengan celana dan sepatu, rambut sebaiknya menggunakan cream agar tampak rapih, sepatu bersih, kaos kaki pilihlah yang berwarna gelap. Kesan pertama akan sangat penting bagi interviewer dalam menilai Anda. Kemudian duduklah dengan tegap tapi sopan, bukan posisi menantang. Sikap tubuh terbuka. Body language yang terbuka akan membuat interviewer nyaman dengan Anda. Jangan lupa pasanglah muka yang ramah dan senyum, tapi jangan berlebihan.

4. Hal utama dalam proses interview adalah kepercayaan diri. Kepercayaan diri bisa lahir apabila kita menguasai bidang yang akan kita lamar. Bedakan antara PD dan ke - PD  - an. Interviewer sangat mahir melihat hal ini. Kita jangan menilai diri kita terlalu tinggi dan jangan juga terlalu rendah. Untuk melahirkan kepercayaan diri, wawasan Anda haruslah luas. Banyak membaca buku-buku yang relevan akan membantu meningkatkan wawasan Anda. Mengamati berita pun penting untuk memperkaya wawasan. 

5. "Juallah" diri Anda sesuai kapasitas diri tidak lebih dan tidak kurang. Sampaikan kelebihan Anda dengan "genuine". Hati-hati dalam menyampaikan kelemahan Anda. Kelemahan yang tidak diperbolehkan dalam dunia kerja terutama dalam interpersonal skill. Karena yang paling penting dalam bekerja bukanlah seberapa pintar Anda secara akademis, tapi seberapa cerdas Anda dalam menyesuaikan diri

6. Berdoa. Yang tidak kalah penting adalah keyakinan dan doa. Sebelum masuk untuk interview tarik dan hembuskan nafas panjang sambil memejamkan mata sebanyak 9 kali. Kegiatan ini akan membuat Anda jauh lebih tenang dan percaya diri.

Good luck !!

Like(3) Dislike(0)     
Reply